A Great Story Comes With Great Stupidity

Bahas Komentar dan Tali Sepatu


Sebenarnya salah satu alasan kenapa tiba-tiba gue update blog lagi kemaren adalah karena ini.


(((SEMOGA DIA TENANG)))

Gue belum meninggal ya heyyyyy. Tolong jangan mengadi-ngadi!

Terus alasan lainnya adalah kayaknya gue baru sadar kalo menulis itu salah satu cara ‘pelarian’ gue untuk melepas stress di dunia nyata, ya walaupun yang gue tulis juga tidak penting. Seperti ada ‘beban’ yang lepas dari kepala gue setiap kali selesai nulis.

Tapi, kadang gue juga minder ketika mau ngetik postingan, lalu inget blog temen-temen yang lain isinya lebih berfaedah daripada tulisan gue. Kayak blognya Haw yang bahas teori fisika dikaitkan dengan kejadian di dunia nyata, blognya Adi dengan proyekan kerennya, blognya Yoga Sholihin dengan tulisan fiksinya, blognya Ichsan yang… sama sampahnya kayak gue wkwkwk. *toss*

Sebenernya pengen gitu nulis sesuatu yang berfaedah, yang menunjukkan kecerdasan dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta berkepribadian luhur, tapi kok gak bisa. Jadi, yaudah kita bahas dikit komentar di postingan sebelumnya. (Gimana bridging-nya? Mantap, kan?)

Oke, kita mulai.

Balada Membeli Sepatu


ASTAGHFIRULLAH.

BENTAR. INI KOK TAU-TAU SUDAH BULAN APRIL SAJA HEY?!

Perasaan baru kemaren di akhir tahun 2019 udah wacanain bakal update di bulan Januari dengan opening klise, “Wah, gak kerasa gue sudah setahun gak update blog ini.” karena terakhir kali gue update blog itu bulan Januari 2019.

Kalo sudah bulan April gini kan gue jadi harus revisi opening-nya.

WAH, GAK KERASA GUE SUDAH SETAHUN EMPAT BULAN GAK UPDATE BLOG INI.

Mantap.

Ummmm… Bagaimana tahun 2020 sejauh ini?

Firasat


Seperti sebuah tradisi, para blogger murtad akan mulai ngeblog lagi di akhir tahun atau awal tahun baru. Iya, ini gue sedang melakukannya.

Tahun 2018 kemarin secara gak sadar gue vakum ngeblog. Semua tulisan yang gue ketik sesempatnya hanya berakhir di draft, gak ada yang gue posting. Dunia kerja bener-bener sudah mengambil alih waktu gue. Setiap kali pulang dari kantor, ketemu kasur, gue langsung tidur. Selemah itulah gue dengan kasur.

By the way, gara-gara teman kantor nyetel lagunya Marcell yang ‘Firasat’, gue jadi kepikiran buat nulis lagi. Bukan, tulisan kali ini bukan mau review lagu itu dalam bahasa Polandia, tapi pas bagian reff-nya ituloh yang bikin gue merasa berdosa sama blog ini karena  1 tahun tidak di-update.

“cepat pulang, cepat kembali jangan pergi lagi~”

Buat yang masa remajanya dihabiskan dengan mendengar lagu Young Lex, FYI aja, itu reff-nya. 

“Pospiesz sie, Popsiesz sie, nie odchodz~”

Nah, kalo itu versi bahasa Polandia, FYI aja.

Kombinasi mendengar lagu itu berulang-ulang dan inget terakhir kali gue nulis itu bulan Januari tahun lalu, lirik yang seharusnya romantis itu berubah menjadi,

“Cepat pulang, cepat kembali ayo ngeblog lagi~”

Jadi, yaudalah gue update tulisan ini. Selain itu gue juga mulai capek gara-gara sering ditanyain, “kapan update blog lagi?”

Berburu Makanan Enak di Semarang? Yuk, Datangi 3 Tempat Wisata Kuliner Ini

Indonesia sudah terkenal akan kelezatan kuliner dari setiap wilayahnya, mulai dari Sabang sampai Merauke. Begitu pula dengan kuliner Semarang yang mempunyai keragaman kuliner dengan cita rasa yang boleh diadu dengan daerah lain. Berbeda dengan suasana di warung maupun restoran, mengunjungi pujasera akan lebih menghemat waktu Anda. Penasaran apa saja kuliner nikmat yang ada di pujasera Kota Atlas ini? Berikut adalah tempat wisata kuliner di Semarang yang tersohor akan kelezatannya.

1. Pasar Semawis
sumber: exploresemarang.com
Ingin mencoba semua kuliner Semarang tapi waktu liburan hanya sebentar? Jangan khawatir, datang saja ke Pasar Semawis yang buka di waktu malam  tiap hari Jumat hingga Minggu. Di tempat ini, setidaknya terdapat 100 kedai yang menawarkan aneka kuliner dari yang tradisional sampai modern. Anda bisa menikmati ikon kuliner Semarang, seperti lumpia, tahu petis, tahu pong, wedang tahu, dan lain sebagainya. Bagi yang ingin mencoba camilan modern, Anda bisa dengan mudah menemui pedagang yang menjual martabak aneka topping, takoyaki, churos, okonomiyaki, hingga burger.

Bagi wisatawan muslim sebaiknya bertanya terlebih dahulu apakah makanan yang dijajakan mengandung daging/ minyak babi. Hal ini wajar karena Pasar Semawis berada di kawasan pecinan Semarang yang mayoritas beragama Konghucu. Jika Anda dari kawasan Simpang Lima, pasar ini berjarak kurang lebih 5 km melalui jalan Gajah Mada.

Selain menawarkan aneka makanan dan minuman, di pasar ini Anda bisa berbelanja pakaian, aksesori, maupun mencoba ramalan menggunakan kartu tarot. Di pintu masuk, Anda akan disambut penampilan pengamen yang berasal dari kalangan pelajar yang bergiliran menghibur pengunjung. Apabila datang di hari besar Tionghoa, Anda bisa menyaksikan berbagai pertunjukan, misalnya barongsai, kelompok musik klasik, hingga pementasan Wayang Potehi yang hanya ada satu di Semarang.

2.   Taman Menteri Supeno
Taman yang berada di jalan Menteri Supeno Mugassari Semarang Selatan  ini biasa dikenal dengan nama Taman KB oleh warga Semarang. Dinamakan demikian karena di tengah taman ini terdapat patung seorang ibu bersama dua orang anak yang merupakan propaganda pemerintah untuk menjalankan program keluarga berencana. Kawasan wisata kuliner ini beroperasi tiap hari Senin-Jumat mulai pukul 16.00 WIB dan Minggu pagi saat car free day berlangsung.

Pedagang kaki lima yang berjualan di taman ini merupakan pedagang pindahan dari Jalan Pahlawan. Saat ini, Taman KB telah dilengkapi dengan banyak tempat duduk serta lampu yang menambah kenyamanan pengunjung taman. Sehingga taman ini kerap digunakan sebagai tempat berkumpul anak muda Semarang.

3.   Jalan Pandanaran
Sumber : hellosemarang.com
Berwisata ke suatu kota pasti tidak akan lengkap tanpa membawa oleh-oleh untuk keluarga dan sahabat. Saat Anda mengarah ke Tugu Muda dari Kawasan Simpang Lima Semarang, Anda akan melalui sebuah jalan bernama Jalan Pandanaran. Jalan yang berada di pusat kota Semarang ini merupakan pusat penjualan oleh-oleh berupa makanan khas Semarang, seperti lumpia, wingko babat, tahu bakso, dan aneka olahan bandeng.

Di sini bandeng tidak hanya dioleh dengan cara dipresto, tapi juga dibuat menjadi otak-otak, dibumbui teriyaki, bandeng vacuum, serta bandeng boneless. Selain oleh-oleh berupa makanan, Anda juga bisa berburu suvenir di jalan yang selalu ramai ini.

Bagi Anda yang ingin berburu kuliner di Semarang, Anda harus menyiapkan hotel terbaik agar puas mencicipi kuliner khas Semarang. Tersedia beragam pilihan hotel murah di Semarang seperti Airy Rooms.

Dengan tujuh jaminan fasilitas di setiap kamarnya (kamar tidur bersih dan nyaman, AC, kamar mandi dengan shower air hangat, perlengkapan mandi, air minum, tv layar datar, dan wifi gratis), pemesanan kamar yang praktis, serta pembayaran yang fleksibel, liburan Anda pasti akan lebih menyenangkan.