Memutuskan hubungan
dengan pacar adalah
sebuah tindakan yang berani. Perlu keberanian dan pemikiran yang matang. Salah satunya
adalah mempertimbangkan berbagai risiko yang akan didapat jika sudah tidak
punya pacar lagi. Tapi, dalam suatu hubungan, hal yang paling terpenting adalah
kebahagiaan, dan ini yang musti dipahami oleh seseorang yang memiliki pacar,
apalagi level pengalaman kalian dalam berpacaran masih pemula.
Seorang
pemula, biasanya mempertahankan hubungan hanya karena gak pengin mendapatkan
status jomblo, padahal dia tidak bahagia dengan pacarnya. Kan bisa aja saat dia
jomblo, dia akan merasa lebih bahagia. Sebuah ketakutan mengalahkan
kebahagiaan, dan ini bahaya banget.
Pas jomblo, ngeliat
orang pacaran kok keliatannya bahagia.
Pas punya pacar,
ngeliat jomblo kok keliatannya dia lebih bahagia?
Pernah
baca atau denger istilah itu, kan? Makanya, bagi kalian para pemula, mulai deh
pikirin lagi:
Banyak
alasan orang enggan memutuskan hubungan dengan pacarnya, apalagi jika umur
hubungannya sudah cukup lama. Faktor sudah kenal baik sama orang tuanya, takut
dianggap mainin anak orang, capek mencari pacar dan mengulang semua proses
membuka hati untuk orang lain-kenalan-PDKT-Jadian-Putus, takut kena karma, takut
gak bisa dapat pacar sebaik pacar yang mau diputusin ini sampai takut dikutuk sama
mantan jadi jamban.
Tapi,
namanya juga dalam suatu hubungan, pasti ada yang namanya bosan, marahan dan
ingat mantan. Katanya, “berantem itu bumbu dalam pacaran”, masalahnya adalah
dalam berpacaran, kalian berusaha menyatukan dua pikiran menjadi satu, harus
saling mengurangi ego, saling sabar dan mengerti sikap masing-masing. Ketika
kalian terus-terusan berantem, emosi kalian sudah melewati batas kesabaran,
terasa kalian sendiri yang berjuang di hubungan itu, mungkin sudah saatnya
untuk… PUTUS.