A Great Story Comes With Great Stupidity

Balada Membeli Sepatu


ASTAGHFIRULLAH.

BENTAR. INI KOK TAU-TAU SUDAH BULAN APRIL SAJA HEY?!

Perasaan baru kemaren di akhir tahun 2019 udah wacanain bakal update di bulan Januari dengan opening klise, “Wah, gak kerasa gue sudah setahun gak update blog ini.” karena terakhir kali gue update blog itu bulan Januari 2019.

Kalo sudah bulan April gini kan gue jadi harus revisi opening-nya.

WAH, GAK KERASA GUE SUDAH SETAHUN EMPAT BULAN GAK UPDATE BLOG INI.

Mantap.

Ummmm… Bagaimana tahun 2020 sejauh ini?

Firasat


Seperti sebuah tradisi, para blogger murtad akan mulai ngeblog lagi di akhir tahun atau awal tahun baru. Iya, ini gue sedang melakukannya.

Tahun 2018 kemarin secara gak sadar gue vakum ngeblog. Semua tulisan yang gue ketik sesempatnya hanya berakhir di draft, gak ada yang gue posting. Dunia kerja bener-bener sudah mengambil alih waktu gue. Setiap kali pulang dari kantor, ketemu kasur, gue langsung tidur. Selemah itulah gue dengan kasur.

By the way, gara-gara teman kantor nyetel lagunya Marcell yang ‘Firasat’, gue jadi kepikiran buat nulis lagi. Bukan, tulisan kali ini bukan mau review lagu itu dalam bahasa Polandia, tapi pas bagian reff-nya ituloh yang bikin gue merasa berdosa sama blog ini karena  1 tahun tidak di-update.

“cepat pulang, cepat kembali jangan pergi lagi~”

Buat yang masa remajanya dihabiskan dengan mendengar lagu Young Lex, FYI aja, itu reff-nya. 

“Pospiesz sie, Popsiesz sie, nie odchodz~”

Nah, kalo itu versi bahasa Polandia, FYI aja.

Kombinasi mendengar lagu itu berulang-ulang dan inget terakhir kali gue nulis itu bulan Januari tahun lalu, lirik yang seharusnya romantis itu berubah menjadi,

“Cepat pulang, cepat kembali ayo ngeblog lagi~”

Jadi, yaudalah gue update tulisan ini. Selain itu gue juga mulai capek gara-gara sering ditanyain, “kapan update blog lagi?”

Bertemu Pemilik Blog Sarang Maksiat, Sesuatu Banget sob!

Sempet semangat ngeblog lagi di tahun 2016, pas masuk ke tahun 2017, eh kendor lagi. Tahun 2016 waktu itu emang gue bikin komitmen ke diri sendiri untuk nge-post seminggu sekali, jadi dalam sebulan ada 4 postingan. Hal ini ternyata gak bisa gue ulangi pas tahun 2017. Udah mirip kayak ngebet banget ngejar gebetan, pas sudah jadian, eh berasa enakan jomblo.

Salah satu faktor yang bikin semangat ngeblog gue membara di tahun 2016 mungkin karena gue secara gak sengaja membuat geng blogger Wahai Para Shohabat (WPS). Sebulan sekali kami membuat proyekan menulis, jadi setidaknya gue cuma mikirin 3 ide tulisan doang karena 1 ide dari proyekan ini.

Tahun 2017, WPS mulai vakum bikin proyekan karena kami sibuk.

Terima Kasih Tahun 2017!

Sudah lama enggak nulis di blog, sekarang gue bingung mau nulis apaan. Hehe. Oiya, siapa tau ada yang bingung kenapa blog ini sudah sebulan lebih gak di-update (dan sepertinya gak ada juga sih yang peduli tapi tetep aja gue jelasin buat panjangin tulisan), itu karena sebulan terakhir ini gue sudah mulai membangun Negara baru. 

Oke, becanda.

Gue sudah kerja dan… dunia kerja benar-benar mengambil alih waktu gue di dunia maya. Jadi, buat yang ngira gue lagi di penjara karena nabrak orang saat latihan menyetir mobil (karena postingan terakhir gue soal latihan nyetir), simpan kembali dugaan kalian. Gue sibuk beradaptasi dengan rutinitas baru ini.

Jadi, gue pergi kerja pukul 7 pagi karena letak kantor yang di pusat kota sedangkan rumah gue di pinggiran. Pulang kantor pukul 7 malam karena pulang pukul 5 sore adalah hal mustahil di unit gue. Sampai rumah gue langsung ngemil bodrex, meluk kasur, mengistirahatkan punggung yang lelah karena duduk seharian, gak lama gue ketiduran. Begitu kegiatan gue selama 5 hari kerja.

Hari Sabtu gue tetap masuk kerja, setengah hari sih. Tapi lagi-lagi pulang tepat waktu adalah mitos di unit gue. Gue baru bisa pulang pukul 2 siang. Biasanya tiap hari Sabtu sepulang kerja gue langsung pulang dan tidur untuk malam mingguan di malam harinya. Hari Minggu gue pake untuk tidur seharian yang tujuannya adalah mengisi ulang tenaga karena besoknya… sudah Senin lagi.