A Great Story Comes With Great Stupidity

Pahlawan di Tanggal Tua

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.
mataharimall-kompetisi

***** 

Sebagai  mahasiswa semester tua, gue merasa ada hal yang lebih serem daripada ditanya, “Skripsi sudah sampai bab berapa?” oleh teman. Yaitu, tanggal tua.

Bagi sebagian orang yang sudah memiliki penghasilan sendiri, tanggal tua aja udah dianggap serem, apa lagi bagi mahasiswa yang rata-rata pemasukannya masih dari orang tua?

INI. SEREM. BANGET.

Kenapa? Karena saat tanggal tua tiba, artinya adalah mari kita berhemat, peluk erat-erat dompet dan mengucapkan selamat tinggal pada ‘nongkrong di café.’

Saat tanggal tua, café bukanlah tempat yang ramah bagi dompet mahasiswa. Harga makanan maupun minuman mendadak tampak tidak mahasiswai. Contoh gampangnya:

Di warung: es teh  Rp 3.000
Di café: ice tea + pajak 10% Rp 10.000

Atau contoh lain.

Di warung: Burjo Rp 5.000
Di café: Mung bean porridge coconut milk Rp 20.000

Benar-benar tidak mahasiswai... :( *peluk dompet*

Selain harga yang tidak mahasiswai, aturan di café juga sama bikin keselnya.

“Dilarang membawa makanan/minuman dari luar.”

Seumur-umur gue ke café, biarpun cafenya gak ada peraturan begini, gue gak pernah liat tuh orang bawa nasi bungkus lalu makan di café. Tidak lupa kakinya naik sebelah ke atas kursi. GAK PERNAH!

Nongkrong di café emang enak, tapi tanggal tua akan jadi momok tersendiri bagi mahasiswa yang pengin ke café tapi pas tanggal tua. Gue pernah mengalami kejadian serem ini...

Mantan Tak Kasat Mata Part 2

Mulai darimana nih enaknya? Yang bingung sebenernya cerita apa ini, bisa baca cerita sebelumnya di sini.
*****

Karena merasa gak punya mantan, awalnya telepon itu gak gue angkat. Gue biarin aja. Gue tinggal mandi, leyeh-leyeh bentar, umroh, marathon nonton drama korea. Pas asik nonton drama korea yang judulnya Warm and Cozy, di adegan si Yoo Yeon Seok mau nyium si Kang Sora, tiba-tiba...


Yoo Yeon Seoknya berubah jadi Mario Balotelli! :(

“Ya Allah… gangguan apa lagi ini? Kentang, kan!” batin gue. Teringat akan hape yang gue abaikan, gue segera ngecek hape gue, udah ada 17.876 missed call. Karena gue penasaran kenapa si kampret gangguin gue mulu, gue mau protes dan bertanya, “Apa salah gue? Apa salah temen-temen gue? Kentang tau!” dan berjuta pertanyaan lain di kepala gue tentang teror ini. Panggilan dari ‘Mantan Terindah’ itu muncul kembali. Gue pun angkat telepon tersebut.

“Ha-halo?” kata gue. “Balikin Yoo Yeon Seok-nya woi!”

Tidak ada jawaban. Hanya ada suara nafas yang terdengar berat dan memburu.

HHHHHH… HHHHH… IKEH….

“….”

Kemudian terdengar suara cewek ketawa yang nyaring banget, “wkwkwkwk.”
Lalu muncul bau kispray sachetan warna ungu.

SUMPAH. GUE. MERINDING. Gak pernah gue denger suara ketawa seserem itu. Hape gue tadi langsung mati. Baterenya abis.

Teror itu benar-benar melemahkan mental gue. Kostan yang awalnya gue kira adalah kost idaman ini ternyata kost terburuk yang pernah gue tempati. Gue benar-benar gak tahan. Gue mulai berencana untuk pindah kostan lagi, tapi sepertinya ‘dia’ tidak mengijinkan gue untuk pindah.

Waktu itu gue bener-bener udah depresi berat dengan gangguan-gangguan gak masuk akal itu. Gue pun mutusin untuk ngungsi ke kostnya pacar sambil mulai cari-cari kostan baru. Sumpah, ini karena emang gue takut, bukan mau mesum. Sumpah. Beneran. Kayaknya sih.

Setelah menghabiskan waktu sampai tengah malam sambil nonton smackdown sama Scarlett Johansson, dia tidur di kasur, gue tidur di keset, kayak kucing. Pas gue bangun, tau-tau gue udah di kostan gue. Di atas tumpukan kertas bertulisankan “JAHAT!” lagi.

Mantan Tak Kasat Mata

Sebelum memulai cerita ini, gue cuma mau ngasih tau kalo semua yang gue ceritain ini adalah kejadian nyata, terserah kalian mau percaya atau tidak, tujuan gue cuma ingin berbagi. 

Oiya, perkenalkan nama gue Reza. Tapi biasa dipanggil Eja, kalo malam Echa. Cerita ini terjadi sekitar 1 tahun lalu, di mana saat itu gue aktif sebagai mahasiswa tingkat akhir yang baru aja pindah kostan. Sekarang gue udah gak tinggal di kost itu lagi, tapi status gue masih belum berubah alias gue belum lulus (terkutuklah kau skripsi!)

Kisah yang akan gue ceritakan ini berlatar belakang di kost tempat gue baru pindah. Selama tinggal di kostan itu, gue selalu mengalami terror dari dunia ‘lain’. Tidak tanggung-tanggung, gue diteror selama 1 bulan lebih! 1 bulan setengah hari tepatnya. Selain diteror skripsi, gue juga diteror oleh hal-hal yang bersifat kasat mata dan secara terus menerus datang di kehidupan gue.


And then the story begin…

Sore itu gue baru aja selesai memindahkan barang ke kostan baru. Sebagai mahasiswa tingkat akhir gue butuh ketenangan ekstra saat mengerjakan skripsi. Di kostan lama gue, ketenangan adalah suatu hal yang mustahil. Suara sumbang anak-anak main gitar, suara knalpot racing dan suara ikeh-ikeh kimochi dari kamar sebelah menjadi sarapan sehari-hari gue.

Ketika Menonton Sendirian Di Bioskop

Manusia itu aneh.

Ada kalanya kita bingung mau ngapain padahal banyak waktu luang.

Ada kalanya kita kesepian tapi males untuk bertemu orang lain.

Ada kalanya juga kita merasa orang lain gak bisa ngertiin diri kita.

Gue sedang mengalami komplikasi dari ketiga hal di atas. Hari-hari gue sebagai mahasiswa tingkat akhir ya… gitu-gitu aja. Bangun, makan, kepikiran skripsi, repeat. Menjadi mahasiswa tingkat akhir ternyata benar-benar gak enak.  Ketika sudah stuck mengerjakan skripsi, malah jadi bingung mau ngapain lagi coba? Yang ada cuma bengong, tiduran, nyelip pacar teman. Kadang malah dalam sehari gue gak ngapa-ngapain, termasuk gak nyentuh sama sekali si skripsi. Jika sebulan gak gue sentuh, bukan cuma kelulusan gue yang terancam, tapi si skripsi juga akan menjadi jablay.

Dengan aktifitas gue yang hanya skripsian aja, dikombinasikan dengan status jomblo berakreditas A, tentunya kadang gue kesepian. Kadang, lho. #IniSerius #BukanPencitraan

Tapi, sebagai jomblo berakreditas A, saat kesepian kita pantang untuk menunjukkan kalo diri kita kesepian. Kita harus berusaha bahagia sendiri yaitu dengan cara melakukan ‘Me Time’. Jika level kebosanan gue udah tinggi banget, gue sering melakukan ‘Me Time’ versi gue, yaitu jalan sendirian ke mana aja yang penting gue senang dan lupa sama masalah-masalah gue. Biasanya gue ke toko buku, menghabiskan berjam-jam di sana untuk berkeliling mencari cewek cakep berkacamata yang lagi baca buku, ke restoran fast food untuk ngopi sambil ngetik, atau kadang ke perpustakaan, menghabiskan berjam-jam untuk ngadem, karena di sana AC-nya kenceng.

Walaupun sering jalan-jalan sendiri, bimbingan skripsi sendiri dan mandi sendiri, tapi ada hal yang gak pernah gue lakuin saat jalan sendirian: nonton di bioskop sendirian.