A Great Story Comes With Great Stupidity

Buta Arah,itu nama tengahku!

Gue mulai dihinggapi rasa bosan yang mendalam. Tiap hari gue di rumah aja,nunggu hasil pengumuman kelulusan UAN, rasanya bener-bener kayak di PHP-in cewek. Mau ke sekolah hidup terlantar disana, di rumah  pun gak ada kerjaan. Gak ada kepastian!

Mau jalan pun gue gak ada temen, temen-temen satu geng gue udah pergi ke Jogja,Malang serta Somalia untuk menggapai cita-citanya. Sisa gue sendirian di kota tercinta, Balikpapan.

Mau jalan sendirian pun gue takut, gue takut tersesat, iya.. 17 caun tinggal di Balikpapan gue masih buta arah jalan. Terakhir gue tersesat di Gramed pas asik baca buku ini..

Tapi itu dulu, sekarang gue udah mulai berani jalan sendirian.

kampret..ya,kampret..

Sudah 6 bulan berlalu sejak gue pindah rumah, terhitung gue pindah sejak bulan februari sedangkan sekarang bulan mei, ntah sejak kapan jarak bulan februari dengan mei menjadi 6 bulan gue juga gak tau. Tolong jangan tanyakan gue tentang hal itu..

Ternyata setelah pindah hidup gue menjadi datar kayak dada anak cewe baru masuk smp, dulu di rumah lama gue pulang malem gak was-was,secara gue tinggal di perumahan komplek ABRI. Sedangkan sekarang, gue tinggal di lingkungan yang kalo gue analogikan, gue kayak tinggal di sebuah pulau antah berantah dan ini yang gue maksut bukan Indonesia. Gue bukan Justin Bieber plis!
hampir mirip justin bieber.. (komentarnya doang)

Di lingkungan baru gue gak pernah berinteraksi sama tetangga, FYI, tetangga-tetangga gue kampretnya gak ketulungan..

Galau di rumah, Gila di sekolah..

Hoaaahhhmmm…
Di pagi yang cerah ini, telah tewas 2 ekor kebo karena menghirup aroma terapi dari mulut gue. Namun dibalik itu, ribuan lalat telah menemukan sarang barunya. Saya bangga telah membantu mereka!

Oke,abaikan semua yang gue tulis diatas. Itu efek dari bertapa selama beberapa hari di rumah gegara libur UN.

Gue galau kelamaan di rumah, aktifitas gue tiap hari pun gak jauh-jauh dari kasur.
Bangun tidur --> ngulet sebentar --> nonton tv --> ngulet di sofa --> ketiduran --> dimarahin tidur di sofa --> pindah ke kasur --> bangun tidur --> kembali ke awal.

Akhirnya gue bosan, mau pergi jalan pun pemasukan gue lagi NOL, mau ke sekolah pun gue dihantui utang uang kas yang nunggak hingga 80 ribu, sampe sekolah bisa-bisa pemulung yang nginap bobo di dompet gue, gue gadaikan untuk lunasin utang.. Tapi gue gak setega itu, gue liat sekeliling gue siapa tau ada yang bisa di manfaatkan untuk jadi duit.

kegalauan UAN dan selanjutnya terserah..

Alhamdulillah wasyukurillah, cuma itu yang bisa kuucapkan berkali-kali melihat keadaanku sekarang, kini aku telah merdeka, telah kukalahkan para penjajah itu. Aku tak dapat menyembunyikan kebahagian ini. Aku berlari, terus berlari hingga sampai di puncak tertinggi. kemudian aku beranikan diri untuk berteriak dalam hatiku yang tertekan selama beberapa pekan terakhir ini..
UAN...TELAH...USAI...

Bentar deh,ini kok jadi kayak cerita-cerita jaman penjajahan Belanda gini..