A Great Story Comes With Great Stupidity : Mantan Tak Kasat Mata Part 2

Mantan Tak Kasat Mata Part 2

Mulai darimana nih enaknya? Yang bingung sebenernya cerita apa ini, bisa baca cerita sebelumnya di sini.
*****

Karena merasa gak punya mantan, awalnya telepon itu gak gue angkat. Gue biarin aja. Gue tinggal mandi, leyeh-leyeh bentar, umroh, marathon nonton drama korea. Pas asik nonton drama korea yang judulnya Warm and Cozy, di adegan si Yoo Yeon Seok mau nyium si Kang Sora, tiba-tiba...


Yoo Yeon Seoknya berubah jadi Mario Balotelli! :(

“Ya Allah… gangguan apa lagi ini? Kentang, kan!” batin gue. Teringat akan hape yang gue abaikan, gue segera ngecek hape gue, udah ada 17.876 missed call. Karena gue penasaran kenapa si kampret gangguin gue mulu, gue mau protes dan bertanya, “Apa salah gue? Apa salah temen-temen gue? Kentang tau!” dan berjuta pertanyaan lain di kepala gue tentang teror ini. Panggilan dari ‘Mantan Terindah’ itu muncul kembali. Gue pun angkat telepon tersebut.

“Ha-halo?” kata gue. “Balikin Yoo Yeon Seok-nya woi!”

Tidak ada jawaban. Hanya ada suara nafas yang terdengar berat dan memburu.

HHHHHH… HHHHH… IKEH….

“….”

Kemudian terdengar suara cewek ketawa yang nyaring banget, “wkwkwkwk.”
Lalu muncul bau kispray sachetan warna ungu.

SUMPAH. GUE. MERINDING. Gak pernah gue denger suara ketawa seserem itu. Hape gue tadi langsung mati. Baterenya abis.

Teror itu benar-benar melemahkan mental gue. Kostan yang awalnya gue kira adalah kost idaman ini ternyata kost terburuk yang pernah gue tempati. Gue benar-benar gak tahan. Gue mulai berencana untuk pindah kostan lagi, tapi sepertinya ‘dia’ tidak mengijinkan gue untuk pindah.

Waktu itu gue bener-bener udah depresi berat dengan gangguan-gangguan gak masuk akal itu. Gue pun mutusin untuk ngungsi ke kostnya pacar sambil mulai cari-cari kostan baru. Sumpah, ini karena emang gue takut, bukan mau mesum. Sumpah. Beneran. Kayaknya sih.

Setelah menghabiskan waktu sampai tengah malam sambil nonton smackdown sama Scarlett Johansson, dia tidur di kasur, gue tidur di keset, kayak kucing. Pas gue bangun, tau-tau gue udah di kostan gue. Di atas tumpukan kertas bertulisankan “JAHAT!” lagi.

Gue kucek-kucek mata, berusaha mengumpulkan nyawa dan mengingat apa yang terjadi semalem. Berjuta pertanyaan muncul di pikiran gue. Semalam gue tidur di kostnya pacar, kenapa bangun-bangun gue di kostan sendiri? Bagaimana bisa coba? Apakah gue semalam terbang?

TOK! TOK! TOK!

Suara ketukan di pintu kamar membuyarkan segala pikiran tadi. Gue bangkit dan berjalan pelan, menuju pintu, lalu membukanya. Kosong! Gak ada orang!

Baru aja pintunya gue tutup, suara ketukan kembali terdengar, gue buka dengan cepat. Lagi-lagi kosong. Gak ada orang!

Gue mulai merinding. Gak mungkin ini iseng perbuatan manusia. Gue kan di lantai 3. Samar-samar mulai tercium bau kispray ungu. Itu artinya… ‘Dia’ kembali datang meneror gue!

TOK! TOK! TOK!

Suara ketukan itu terdengar lagi. Gue menahan nafas.

TOK! TOK! TOK!

Gue memegang handle pintu, jika ada ketukan lagi, di ketukan kedua gue akan buka.

TOK! TOK!

Yak! Gue buka pintu secepat kilat dan berteriak, “APA MAU LO BANGS…” umpatan gue terhenti, di pintu depan sudah ada… pacar gue. Umpatan tadi pun berubah menjadi, “BANGSSS…AYANG, KOK KAMU DI SINI?!”

Melihat gue di depan pintu, Scarlett Johansson mendekat ke arah gue dan…


“Itu balasan buat semalem!” katanya. “Jangan berani-berani ya kamu RKO aku!”

Sambil memegangi leher yang sakit, gue jadi inget satu hal: apa yang sebenernya terjadi semalem?

“Emang aku kenapa semalem? Aku bener-bener bingung bangun-bangun udah di kostku sendiri. Tadi malem aku nginap di kostanmu kan?”

Scarlett Johansson duduk di ujung kasur, menghela nafasnya sebentar, menyulut rokok samsunya. Satu hisapan dan menghembuskannya ke udara. Asap mulai mengepul, dia pun mulai bercerita, “Kamu tiba-tiba bangun, tapi masih dalam keadaan tidur. Lalu mulai berusaha keluar kamar.”

“La-lalu?”

“Lalu ya aku kebangun juga, berusaha nyegah kamu pergi, malah kamu RKO!”

“Te-terus?”

“Terus kamu keluar…”

“Keluar di luar atau di dalam?”

“Plis, ya. Ini lagi serius.” Scarlett Johansson menghela nafasnya. “Abis keluar, kamu naik motor sambil tidur, naiknya hadap belakang pula, terus aku rekam, upload ke youtube, dalam semalam sudah 2juta viewers!.”

Oke, naik motor. Hadap belakang. Sambil tidur. Gue ngerasa keren abis.

Sepertinya gue emang gak dibolehin pindah dari kost ini, tapi kenapa? Ada apa sebenarnya???

*****

Gangguan yang gue alami mulai dari pagi, siang, sore dan malam membuat gue bener-bener mulai terbiasa. Gue udah gak terlalu takut. Tiap ‘dikerjain’ gue selalu berusaha masa bodo. 

TOK! TOK! TOK!

Pintu kamar gue terketuk, membuat gue mem-pause drama korea yang lagi asik gue tonton. Gue mengendus seluruh sudut ruangan. Tidak ada bau kispray ungu.

TOK! TOK! TOK!

Gue beranikan diri untuk membuka pintu. Gue buka pelan-pelan, mengintip perlahan, dari celah pintu gue mendapati sosok yang gue kenal baik. Gue segera membuka pintu lebar-lebar.

“Hoi!” Sapanya di depan pintu.

“Ah elo, Gung. Masuk, masuk!” 

Orang yang gue suruh masuk itu adalah sohib gue, Agung Hercules. Si Agung ini orangnya humble banget. Biarpun dia baru aja main film Hollywood, dia gak sombong. Dia masih mau datang ke kostan gue.
 
ini film terbarunya dia.
“Sorry, ya, baru bisa mampir. Gue cari kostan baru lo susah bener haha.” Dia ketawa sambil mukul bahu gue.

“Bawa ‘barang’ baru?” tanya gue, sambil naik-naikin alis.

“Bawa, dong!” Agung memperhatikan kamar gue dengan seksama. “Eh, kamar lo ini auranya negatif banget.”

“Masa sih?” Tanya gue, pura-pura gak tau.

“Iya, ada ‘penunggunya’ nih. Dia lagi merhatiin kita, sembunyi di poster JKT48 itu,” Agung menujuk deretan poster member JKT48 yang gue pajang. “Dia berpindah dari satu poster ke poster lain.”

“Jangan becanda, ah!”

“Seriusan. Penunggu kamar lo ini cewek. Dia kayaknya suka sekaligus benci sama lo, deh. Sekarang dia lagi di sebelah lo, niup-niup telinga lo.” Ujar Agung dengan nada datar. Pas dia bilang begini, gue langsung merinding.

“Laci di meja belajar lo itu, aura negatifnya paling kuat.” Lanjut si Agung. “Haha udah ah. Lo bawa aja dulu hardisk gue. Itu 1 Tera drama korea terbaru semua. Gue pamit dulu, ya! Ada jadwal shooting.”

Agung pun meninggalkan gue yang merinding sendirian di kamar.

*****

Setelah mengingat kejadian-kejadian yang gue alami. Gue jadi berpikiran bahwa sepertinya ada yang ingin ‘dia’ sampaikan tapi melalui gue. Ada suatu tabir yang musti diungkap tentang kamar ini. Gue memutuskan untuk tidak jadi pindah kost, besok gue akan bayar kost untuk 1 bulan ke depan, kebetulan besok emang udah musti bayar kost, sih. Sekaligus untuk menyingkap apa yang sebenernya terjadi dan kenapa musti gue?

Pagi itu gue keluar kamar dengan uang 1 juta di dompet, untuk membayar kost. Gue menuruni tangga satu per satu hingga sampailah gue di lantai bawah dan pas sekali, gue bertemu dengan Pak Francesco Totti yang memakai baju partai PDI-Perjuangan, lagi nyiramin tanaman.

“Pagi, Pak!” sapa gue, sok asik.

Pak Totti hanya menatap gue dengan dingin, kayaknya beliau abis berantem sama istrinya nih makanya suram abis mukanya. Karena keadaan tidak memungkinkan untuk basa-basi gue langsung mengeluarkan dompet dan uang 1 juta tadi. “Pak, ini saya bayar kost untuk bulan depan.”

Pak Totti mengambil uangnya dari tangan gue, mengangguk dan kembali fokus nyiramin tanaman.

“Cewek emang gitu, Pak. I know that feel.” Gue menepuk pundak Pak Totti dan kembali ke kamar gue.


Sampai di kamar, gue langsung nonton drama korea terbaru yang kemaren di kasih Agung. Baru saja menemukan posisi enak untuk nonton, pintu kamar gue digedor-gedor oleh seseorang, atau mungkin… ‘dia’? gue mengendus seluruh ruangan lagi. Tidak ada bau kispray ungu. Berarti yang gedor manusia. Gue menuju pintu, membukanya secara perlahan dan ternyata yang menggedor pintu gue adalah… Pak Francesco Totti. Masih dengan muka suramnya, tapi sudah ganti baju, memakai poloshirt ‘turn back crime’ dengan bagian kerahnya diberdirikan. Gawl abis. Apakah beliau tersinggung sama ucapan gue sebelum pergi tadi?

“Uh… ada apa, Pak?” Tanya gue.

“Sekarang sudah akhir bulan. Saatnya bayar kost.” Pak Totti menggesek-gesekan jempol dan jari tengahnya, isyarat ‘duit’.

“LOH?! BARUSAN SAYA BAYAR KOK DITAGIH LAGI?!” Emosi gue langsung naik.

“Kapan kau bayar?!” Pak Totti menaikkan lengan bajunya, menunjukkan otot lengannya yang kekar.

“Ta-tadi, Pak. Barusan aja. Belum ada lima menit yang lalu!”

Pak Totti memasang muka bingung.

“Serius, Pak. Tadi saya bayar pas bapak lagi nyiramin tanaman, bapak pakai baju partai PDI-Perjuangan.” Gue coba menjelaskan, barang kali Pak Totti amnesia.

“Lah, saya aja baru pulang dari semalem nonton dangdut koplo.” Pak Totti menunjukkan tiket masuk konser dangdut koplonya ke gue yang bertuliskan waktu acara 20.00 – Till Die. 


JADI TADI PAGI ITU SIAPA?!

“Pokoknya saya beri waktu 1 minggu lagi untuk membayar. Jika tidak bisa bayar, Out!” Kata Pak Totti tegas. “Oh iya, saya gak punya baju partai PDI-Perjuangan, ya! Saya ini ikut partai Perindo!”

Lalu Pak Totti meninggalkan gue sambil nyanyi mars PERINDO yang tersohor itu.

OLEH PERINDO… OLEH PERINDO….

******

“Kamu baik-baik aja kan di sana?” Tanya gue di ujung telepon.

“Baik-baik aja kok, sayang. Maaf ya susah dihubungi. Di sini susah sinyal. Ini aja biar denger suaramu musti manjat tower dulu.”

Saat ini gue dan si pacar lagi LDR-an sementara waktu. Scarlett Johansson lagi liburan di kampung halamannya, di Banyuwangi.

Gue pun cerita ke dia soal terror yang gue alami belakangan ini, perkataan Agung Hercules, sampai soal uang kost yang raib.

“Jadi gimana kamu bayar kostnya? Ada uang?” tanyanya di ujung telpon.

“Errr… ya gak ada. Mau minta kiriman lagi sama orang tua gak enak.”

“Pake uangku dulu aja, mau?”

“Ummm… gak usah. Ntar aku gadaikan laptop aja deh.”

“Kalo laptop kamu digadaikan, gimana kamu mau skripsian? Gimana kamu mau namatin game zuma?”

“Errr… bener juga.”

“Pake uangku aja dulu, ya. Ntar aku jual sawah keluargaku dulu.”

“…YA MENDING GAK USAH, WOI!” Gue jadi bener-bener gak enak, kan. “Aku cuma butuh kamu dengerin ceritaku aja kok. Itu udah cuku….TUT… TUT… TUT.”

KENAPA HABIS PULSA SAAT MAU SO SWEET BEGINI YA ALLAH?!!

*****

Telponan dengan pacar tadi entah kenapa membuat gue pengin hubungi Agung. Setelah mengirim pesan ‘call me’, Agung nelpon gue. Tanpa basa-basi langsung gue Tanya, “Sibuk gak? Ada yang mau aku omongin.”

Sadar bahwa itu bukan kalimat yang tepat, gue segera merevisi, “Gung, lo bisa ngeliat? Yang di kost gue?”

“Penunggu kamar, lo? Bisa. Kenapa?” jawab si Agung enteng.

“Sebenernya sebulan terakhir ini gue udah tau kalo kamar gue itu ternyata ada penunggunya. Menurut lo, gue harus gimana?”

“Ya biarin aja. Toh selama ini kita dan ‘mereka’ hidup berdampingan. Atau pindah kost? Ntar gue bantuin deh nyari kost yang ‘penunggu’-nya ramah. Kemaren pas gue shooting di New York ada kost-kostan cihuy tuh. Tapi kamar mandi luar.”

“Gue gak bisa pindah.” Gue pun ceritain kejadian saat nginap di kostan Scarlett Johansson.

“Hmmmm… Berarti lo dipilih ‘dia’ untuk sebuah misi. Ada sesuatu yang harus lo ungkap. Selain teror, dia ada ngasih semacam petunjuk lo harus apa gitu?”

Gue coba mengingat kejadian aneh selama sebulan terakhir, semua hanya terror yang menyebabkan gue hampir gila, hingga akhirnya gue ingat satu hal, “11-11-11.” Kata gue.

“Hmmm… sepertinya lo butuh bantuan orang lain, yang berhubungan dengan angka 11.” Agung menganalisis. “Misalnya aja tanggal lahir.”

Tanggal lahir gue 11, apakah itu artinya gue musti mencari orang lain yang identik dengan angka 11 juga, untuk mengungkap tabir kamar kost gue ini? Setelah mendapat sedikit petunjuk dari Agung, gue matikan teleponnya.

*****

Warung pecel lele yang ada di sebrang kostan ini tumben banget sepi. Hanya gue seorang pelanggan yang hadir, biasanya untuk mendapatkan tempat duduk aja sampai terjadi pertumpahan darah. Gue mengaduk-aduk es marimas rasa jeruk gue, pikiran gue melayang tentang masalah kostan ini.

“Kemaren saya kurang berapa, Bu?”

Samar-samar gue mendengar suara yang tidak asing, sedang mengobrol dengan ibu penjual pecel lele. Gue menoleh, dan seperti dugaan gue. Itu Pak Totti! Jangan sampe dia liat gue! Bisa-bisa ditagih uang kost nih!

“Kemaren sampeyan kurang 11.000, Pak.” Kata si Ibu penjual pecel lele, ramah.
Wait… 11.000? ada 11-nya!!! Gue baru kepikiran kenapa gak coba korek informasi dari si pemilik kost langsung, ya?

Sebelum pergi meninggalkan warung, gue coba panggil Pak Totti, dia pun melihat gue dan mendatangi gue dengan penuh semangat. Gue yakin dia ngira gue mau bayar kostan. Sebelum dia ngomong, langsung gue sela, “Pak, bisa jelaskan kenapa saat saya pertama kali ingin ngekost di kamar atas, bapak bertanya apakah saya yakin?”

Pak Totti pun duduk di hadapan gue. Dia memajukan kursinya, mengarahkan tangannya ke belakang, sepertinya celana dalamnya keselimpet, lalu dia duduk, bibirnya mulai terbuka dan bilang, “Soalnya banyak yang gak betah tinggal di lantai paling atas.”

“Karena?”

“Misalnya mereka kebelet boker, naik dari lantai bawah ke lantai 3 kan lumayan jauh juga. Jadinya banyak yang cepirit saat menuju ke lantai 3.”

“Pak, saya ingin jawaban jujur. Apa bukan karena kamar itu berhantu?”

“Hmmm… Kamar berhantu itu alasan kedua. Alasan pertama tetap karena banyak yang cepirit tadi.” Pak Totti mengambil singkong goreng yang ada di depannya dan melanjutkan ceritanya. “Karena sepertinya kamu sudah tau keanehan kamar itu, saya akan ceritakan kejadian yang sebenarnya.”

Gue pasang muka serius. Pak Totti mulai bercerita.

“Awalnya kamar itu baik-baik saja, sampai akhirnya, cewek yang saya bilang saya usir, sebenarnya dia bunuh diri, enam bulan yang lalu.”

WHAT?! BUNUH DIRI?!

“Bu… Bunuh diri? Dengan cara?” gue takut-takut penasaran.

“Menurut polisi, dia bunuh diri dengan cara mainin saklar hingga korslet, lalu kesetrum dan… meninggal.”

SREEETT… SREEETTT….

Gorden warung tertutup. Ibu penjual pecel lele menutup pintu warungnya, memasang tanda ‘tutup’ di pintu warungnya, kemudian berjalan ke arah gue dan Pak Totti.

“Sepertinya dia bunuh diri karena depresi diputusin pacarnya.” Ibu penjual pecel lele ikut nimbrung dan duduk di sebelah gue. “Sepertinya ini memang sudah ditakdirkan, ya?”

“Hah?” gue bingung. 

“Saya mendengar percakapan kalian berdua, dan sepertinya saya bisa membantu adek untuk mengungkap misteri tersebut.”

“Ibu… termasuk 11-11-11?” Tanya gue. “Saya lahir tanggal 11, Pak Totti punya hutang Rp 11.000, kalo ibu?”

“Iya. Seperti yang saya bilang, sepertinya ini memang sudah digariskan. Ukuran sandal swallow saya 11.”

Gue melirik ke kaki si Ibu. “Ta-tapi, Bu… Itu sandalnya merk Skyway.”

“YANG PENTING ADA NOMOR 11-NYA KAN?!” Bentak si Ibu penjual pecel lele. “Mau saya ceritakan tidak sejarah soal cewek itu?”

Gue manggut-manggut. “O-okey. Peace, Bu. Peace!”

“Perkenalkan, nama saya Megan Fox dan saya kenal baik dengan… Shinta. Iya, nama cewek tersebut Shinta. Nama lengkapnya Shintaku bertepuk sebelaaaah tangan. Huwooo… huwoooo….”


Gue dan Pak Totti saling tatap-tatapan.

“Ehm. Shinta ini sebenernya anaknya baik hati, ramah, bisa bernafas lewat pori-pori kulit. Hingga suatu hari, saya lihat dia masuk ke sebuah acara TV dan itu merubah segalanya.”

“Iya, saya kebetulan juga nonton acara itu karena acara itu salah satu tayangan favorit saya.” Pak Totti melanjutkan.

“A-acara apa?” gue makin penasaran.

“KATAKAN PUTUS.” Jawab mereka berdua.

“Shinta diputusin oleh pacarnya lewat acara katakan putus.” Pak Totti angkat bicara. “Padahal Shinta tidak selingkuh, dia hanya membantu saya mencuci mobil. Tiba-tiba pacarnya datang dengan puluhan kamera, dipandu oleh host yang kalo ngomong pake urat, Shinta… diputusin dengan tuduhan selingkuh. Dengan bapak kostnya sendiri.”

“Semenjak itu Shinta menjadi pemurung, tidak pernah keluar kostnya lagi, hingga akhirnya ditemukan tewas bunuh diri.” Gantian Bu Megan Fox yang angkat bicara. “Dan kamu tau? Wajah pacarnya dia, mirip denganmu.”

“….”

PANTESAN GUE DIKIRA MANTANNYA, BANGKAI!!!!
PANTESAN GUE DITUDUH JAHAT MULU TIAP ABIS PACARAN SAMA SCARLETT JOHANSSON!!!

“Iya, awalnya saya sempat mengira kamu adalah pacarnya dia, tapi setelah melihat KTP-mu, nama kalian berbeda. Seperti emang sudah digariskan, padahal rencananya kamar paling atas itu mau saya tutup saja. Entah kenapa ketika kamu datang, saya yakin kalo kamu bisa menyelesaikan masalah ini.” Kata Pak Totti.

“Sepertinya tugas kita bertiga sudah jelas.” Pak Totti menunjuk gue. “Tugasmu adalah eksekutor utama untuk menyelesaikan masalah ini dan menuliskan cerita ini agar tidak terjadi kejadian serupa di masa depan.”

“Saya bertugas untuk mengawasi sekitar, apabila ada mobil tim Katakan Putus lagi di sekitaran sini, saya akan lemparin dengan tabung gas elpiji 15kg.” Bu Megan Fox berdiri dari posisi duduknya.

“Saya bertugas mencetak gol sebanyak-banyaknya.” Kata Pak Totti. “Mari selesaikan tugas kita.”

*****

Kembali ke kostan, gue seperti mendapat sebuah titik terang tentang masalah ini. Gue pun tertidur lelap, ketika bangun, mata gue terasa berat, seperti ada sosok yang menahan gue untuk bangun. Jiwa gue terasa ditarik masuk ke sebuah dunia yang gelap. Untungnya gue pake baju glow in the dark, jadi bisa ada penerangan dikit.

Gue berjalan menuju sebuah cahaya kecil di ujung kegelapan. Terus berjalan hingga betis gue gede, sampai akhirnya gue tiba di ujung cahaya tersebut,


…di bagian atasnya ada tulisan “staff only”. 

Gue melewatinya dan tibalah gue di kamar kost gue sendiri. Melihat diri gue sendiri yang tertidur pulas. Di samping gue tidur ada sosok yang gue mimpiin 3 hari berturut-turut. Shinta, cewek yang mirip Dian Sastro korban katakan putus. Tatapannya dingin melihat gue.

“Shi-Shinta?” gue menunjuk dia.

“Kamu… jahat.” Katanya. “Kamu jahat, Budi!”

“Bu-budi?” Oh, itu pasti nama pacarnya dulu. “A-aku bukan Budi, aku Reza. Wajah gue emang mirip Budi, tapi kita orang yang berbeda.”

“Huft. Iya, aku tau, kok.” Shinta tertunduk lesu.

KALO TAU KENAPA NUDUH, BANGKE?!

“Ada yang bisa gue bantu, biar lo tenang di alam ini?”

“Bantu aku bunuh Budi…” Senyum Shinta mengembang.

“….”
Gue masih 21 tahun dan gak berminat menjadi kriminil. Jelas gue tolak permintaan itu. “Kalo permintaan itu, gue gak bisa.”

“Hmmm… baiklah. Tolong belikan aku Frapucinno Starbak. Budi gak pernah ngajak aku ke starbak soalnya. Padahal aku kan pengin ke sana. Huhuhu….”

“ITU GIMANA BAWANYA KE DUNIA INI WOI!”

“Gak bisa, ya? Huhuhu… semua cowok sama aja, ya! Jahat!”

YA ALLAH… PANTES DIA DIPUTUSIN. NGESELIN BEGINI!!!

“Errr… ada permintaan yang lebih gampang gak?”

“Kalo begitu… bakar semua pemberian Budi kepadaku. Agar aku tidak terbayang-bayang kenangan dan janji manisnya. Semua barang pemberian dia, ada di laci meja belajar.” Shinta menunjuk meja belajar di kamar gue.

“Ta-tapi laci itu gak ada kuncinya. Di mana lo simpan kuncinya?”

“Pikir aja sendiri! Cowok tuh gitu, ya. Gak ada usahanya.”

“….”

“Jika kamu sudah membakarnya, tolong tuliskan kisah ini, agar aku tenang, agar tidak ada lagi yang salah ambil keputusan sepertiku… dan yang paling penting adalah… agar aku eksis. Wkwkwkwk.”

Mendengar tawa Shinta, gue pun terbangun dengan badan penuh keringat dingin. Maunya Shinta ternyata cuma membakar semua hadiah pemberian Budi! Gue segera turun ke bawah menemui Pak Totti dan meminta kunci serep untuk meja belajar di kamar. Pak Totti dengan cekatan memberikan gue umpan terobosan kuncinya. Gue kembali naik ke atas, masuk kamar dan membuka laci tersebut. Di dalam laci tersebut terdapat bermacam-macam pemberian dari Budi, semuanya handmade alias buatan tangan. Ada puisi, scrapbook, ada juga gambar kaligrafi untuk ngucapin “happy anniversary 1 minggu.”

Okey.

Gue angkut semua yang ada di laci tersebut ke halaman belakang kost, membawa seliter bensin dan membakar semua benda-benda itu satu per satu.
Pak Totti menepuk pundak gue dari belakang, “Jadi, tugasmu sudah selesai?”

“Hampir selesai, Pak. Tinggal saya tuliskan kisah ini dan selesai sudah.”

“Kalo begitu… jangan lupa uang kostnya, ya! Saya tunggu paling lambat besok!” Pak Totti pun pergi meninggalkan gue.

“….”
*****
Ya, itulah kisah yang gue alami. Sebuah kisah yang akan selalu gue ingat walaupun hanya sebulan, tapi entah kenapa gue merasa bangga bisa menyelesaikan tugas itu. Walaupun gue harus pindah kost lagi karena Pak Totti gak mau rugi banget, bangke. Dan alasan kenapa gue belum lulus? Deadline revisian gak gue kerjain. Gue malah asik belajar menulis cerita dengan baik, agar gue dapat mengisahkan cerita ini kepada kalian dan mencegah kalian untuk tidak melakukan tindakan bodoh, baik seperti Budi yang ingin putus dengan mencari-cari kesalahan pacarnya, ataupun Shinta yang menyia-nyiakan nyawanya demi orang yang sudah jelas tidak peduli lagi dengan dia.

Oiya, Scarlett Johansson? Dia gak kembali dari Banyuwangi. Denger-denger sih dijodohin orang tuanya sama juragan sapi.

TAMAT.


---
Baca tulisan “… Tak Kasat Mata” dari para shohabat lainnya:
Ichsan Ramadhani: Hape Tak Kasat Mata
Firdaus Ramdhan: DosbingTak Kasat Mata

37 comments

Anying :' gimana caranya seorang manusia bisa menekan 17.876 panggilan :'

Namanya masih nama bangke :' aku masih nunggu nama Wakidi tertampil, bang :(

Reply

namanya juga hantu :))

taee wakidi lagi. SIAPA SIH ITU,HAH?!

Reply

KENAPA SANDAL SWALLOW UKURANNYA 11 BANGKE. GEDE BANGET. :))

Reply

Bangke, kenapa pake ada agung hercules segala sik.

Reply

Saya bertugas mencetak gol sebabyak2nya , itu job desk yg gak guna bgt sih ya.

Reply

Oh.. Scarlett asli Banyuwangi??? Kok jomplang sekali.. :"

Reply

Openingnya aja uda gila bang,orang korea jadi Super Ballo wakwkakkwa

Reply

Walaupun gak masuk akal, tapi ini ceritanya keren sih. "Agung Hercules as Bucky" Kok cocok, ya? Bgst! XD

Reply

laci apaan itu????

Reply

boleh adek ngakak sebentar mz

Reply

lama juga boleh, mb :))

Reply

Keinget sendal di rumah ukurannya segitu :))

Reply

Pak Totti emang useless. :D

Reply

plis, fokus ke ceritanya. jangan ke scarlettnya aja :'

Reply

muahahaha setannya yang gila xD

Reply

ya namanya juga parodi xD

iya tau tuh, gue nemu pictnya di twitter xD

Reply

laci penyimpan kenangan, mz..

Reply

Yog, apa cuman gue yg geli sendiri pas ada lagu Prindo?? :D

Bingung mau komentarin yang mana. Oke, gue bahas sesuai tema aja. Biar gampang.

O... Jadi, kasat kusut itu diangkat dari cerita horor ya. Tapi, kalo Horor emang perlu dikasi komedi sih, biar gak noleh ke belakang mulu. :D Dari awal gue udah ngira kalo 'dia' di cerita ini itu Hantu.

Tapi, jujur gue gak menduga ada hantu sebaper itu. Apalagi, cerita ini modern banget. Dari mulai Partai Prindoyg baru, Katakan Putus, dan beberapa hal lain yang bikin gue geli bacanya.

APalagi pas 'dia' itu ngajukan permintaan. Pantesan budi ada di MatahariMall sekrang. :D *Kok jadi nyambung ya.* Mungkin budi kzl karena cewenya emang ngeselin. Dan Budi sekrang udah sukses jadi Youtuber. :D

Btw, uangnya yg 1 juta hilang itu gimana dong? Gak bisa tamat gitu aja dong.. Yaudahlah.

Reply

Errr, panjang banget gan
Ane sampe ketiduran bacanya

Mungkin kalo dijadiin sinetron bisa dapat 30 episode nih

Reply

hm.. apaan yah ngomennya? bingung euy..
aku baca juga sih kisah yang sebelumnya, yang aku bilang aku ketakutan dan g ngakak kayak orang2 yang pada baca postinganmu.
dan baca lanjutannya ini berasa kayak, ooo.. si sinta nih hantunya nyebelin yah, udah cerewet eh ngambilin duit kos. dia tuh yg jahat! dasar hantu nyebelin

Reply

Gue geli sendiri baca cerita ini. Keren abis! Haha

Dari perindo, katakan putus sampe nama2 tak biasa bermunculan di cerita ini. Lucu dan seru... haha

Eh ad ya hantu sebaper itu, khayalan lo tingkat dewa... haha
Ini cerita seharusnya belum tamat, duit 1 juta lo belum terungkap. *telpon detektif conan*

Reply

kalo baca cerita sebeleumnya juga pasti udah tau kok 'Dia' ini adalah hantu, gak usah ditebak segala xD

ya duitnya diambil hantu. gak balik. tamat. :(

Reply

ketiduran bisa komen. ntap.

Reply

yang part 2 ini gak seserem yang pertama.

(((seserem)))

iya, shinta emang hantu nyebelin. huhu.

Reply

selama hantunya cewek, dia bisa baper. Muahaha

udah tamat. duitnya diambil hantu. :(

Reply

Nah, akhirnya part duanya dipublish nih. Aku udah baca yang part satu kemarin dan ceritanya masih menggantung banget. Di part dua ini akhirnya semua terjawab yaa, tentang misteri mantan tak kasat mata itu.

Ternyata si Shinta yang selama ini gangguin. Matinya itu konyol banget yaa btw, bunuh diri cuman gara-gara diputusin, terus kesetrum saklar listrik pula haha.

Jadi kost itu sekarang udah aman yaa. Oh iya, btw si Agung masih syuting di new york nggak? Atau jangan-jangan dia juragan sapi yang dijodohin sama si Scarlett? :D

Reply

mau bikin cara meninggal yang serem ntar pada makin ketakutan :(

aman, tapi pak tottinya enggak aman wahaha. Agung udah balik, menikmati kesuskesan civil warnya :D

Reply

Yg guye suka dipart 1 "Saat itu perasaan gue campur aduk. Merinding, bingung, dan stress berat. Gimana gak merinding coba printer tintanya abis dan gak nyolok ke listrik bisa nyala? Gimana gak bingung coba kalo lo di-judge ‘jahat’ sama orang yang gak dikenal? Gimana gak stress berat coba kalo kertas buat skripsian habis gara-gara kejadian ini?! Keluar duit lagi, kan?! BANGKAI!"

Yg gw suka di part 2 "
“Kamu… jahat.” Katanya. “Kamu jahat, Budi!”

“Bu-budi?” Oh, itu pasti nama pacarnya dulu. “A-aku bukan Budi, aku Reza. Wajah gue emang mirip Budi, tapi kita orang yang berbeda.”

“Huft. Iya, aku tau, kok.” Shinta tertunduk lesu.

KALO TAU KENAPA NUDUH, BANGKE?!"

Reply

Bang kenapa mesti kispray ungu sih? 😭😭

Reply

BANGKEEE!!! KISPRAY UNGU!!
Gue lupa kapan terakhir kali ketawa baca tulisan orang. Belakangan buku-buku yang gue beli juga bukan genre komedi. Hahaha pas baca ini gue ketawa lepas. Gue suka punchline lu. Gue suka scarlet johnson lu. *lah

Bagian mati karena mainin saklar itu juga pecahh abisss... :))))

Reply

Yess! Keluar jg nih yg part 2!!
Sbenernya gue udah baca dari sminggu yg lalu sih. Tp baru inget blm komen. Wkwk.

Btw, kispray ungu... Ada apa dgn kispray ungu? Di rumah gue pakenya kispray ungu. Dan itu Wangi. Hoho.

YaAllah.. Nambah lagi ini nama2 tokoh yg agak kamfret. Sgala agung Hercules... Itu 1 Tera isinya drama korea smua? Mantep bener! Bagi apa separo! Haha.
Bu Megan Fox lah jadi ibu2 pecel lele. Sedih gue bang sediiihhhh... :'D
Shintaku bertepuk sebelah tangaaannn~~

Jd terungkap sudah smuanya. Si Shinta matinya konyol juga ye. Wkwk.
Intinya dia hanya ingin eksis. Okesip.

Reply

di rumah gue makenya itu, kepikiran, daripada bau menyan kan serem, yaudah bau kisprey ungu aja :(

Reply

ada apa sebenernya dengan kisprey ungu woy?! :))

huahaha itu scarlett punya gue! btw, thanks bro :D

Reply

yha... di rumah gue juga make yang kisprey ungu, makanya gue jadiin cerita karena tau baunya enak. Kalo dibikin mau menyan ntar pada takut xD

iya, shinta matinya begitu dan dia nyebelin. huhu.

Reply

La trus lu giman. Sekarang, apa juga bunuh diri di tinggal nikah scarlet

Reply

Post a Comment

Terima kasih sudah meluangkan waktu kalian untuk membaca postingan gue. Gak perlu ninggalin link blog untuk dapet feedback, karena dari komentar kalian pasti dapet feedback yang sepadan kok.

Terima kasih!